Home > Apa kata mereka, BRS 500 | PERT, energy, Kesehatan > Obat Osteoporosis Picu Risiko Kanker

Obat Osteoporosis Picu Risiko Kanker


Oxford, Tak sedikit orang yang mengonsumsi obat untuk melawan penipisan tulang agar terhindar dari osteoporosis. Tapi menurut studi, mengonsumsi obat osteoporosis dapat meningkatkan risiko kanker.

Para ahli memperingatkan bahwa obat osteoporosis dapat dua kali meningkatkan risiko terkena kanker esofagus atau kanker kerongkongan.

Dilansir dari Dailymail, Senin (6/9/2010), sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi obat bisfosfonat oral (obat osteoporosis) selama 5 tahun, yaitu durasi yang dianjurkan untuk meningkatkan kekuatan tulang, berada pada risiko tinggi terkena kanker esofagus.Bifosfonat oral adalah jenis obat yang digunakan untuk mengobati osteoporosis dan penyakit tulang lainnya. Bifosfonat oral juga merupakan perawatan yang paling sering direkomendasikan untuk kondisi penipisan tulang.

Diperkirakan, dengan mengosumsi obat tersebut risiko terjadi refluks lambung sangat besar, yaitu asam lambung naik dan mengalir kembali ke saluran makanan terutama kerongkongan. Kondisi inilah yang dapat menyebabkan perubahan pra-kanker.

Peneliti dari Cancer Epidemiology Unit, University of Oxford dan Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris (Medicines and Healthcare products Regulatory Agency atau MHRA) menganalisis data dari UK General Practice Research Database.

Peneliti fokus pada pria dan wanita berusia lebih dari 40 tahun yang mengonsumsi bifosfonat oral (termasuk Fosamax) dan kaitannya dengan tiga jenis kanker, yaitu kanker esofagus, kanker perut dan kanker usus, antara tahun 1995 dan 2005.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi 10 atau lebih resep obat untuk osteoporosis selama sekitar tiga sampai lima tahun, hampir dua kali berisiko terkena kanker esofagus dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi sama sekali.

Secara umum, biasanya kanker esofagus berkembang pada 1 dari 1000 orang usia 60-79 tahun selama lima tahun. Tapi dengan penggunaan obat penangkal penipisan tulang, risiko tersebut naik menjadi dua kasus per 1000 orang.

Hasil penelitian ini telah dipublisikasikan pada British Medical Journal.

(mer/ir)

Senin, 06/09/2010 12:58 WIB

Merry Wahyuningsih – detikHealth

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: